Tampilkan postingan dengan label Tugas Individu Psikologi belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Individu Psikologi belajar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Desember 2012

Tugas Ujian Akhir Semester


Dinamika belajar pada matakuliah psikologi belajar

 Belajar adalah suatu aktivitas yang di dalamnya terdapat sebuah proses dari tidak tahu menjadi tahu, tidak mengerti menjadi mengerti, tidak bisa menjadi bisa untuk mencapai hasil yang optimal. Menurut saya dinamika belajar pada mata kuliah ini sangat bervariasi, mata kuliah ini memberi banyak pengalaman bagi saya, dan model pembelajarannya yang berbeda dari mata kuliah yang lain . Terdapat banyak proses belajar yang terjadi dalam mata kuliah psikologi belajar ini. Mulai dari menganalisa kasus, analisa jurnal, postingan kelompok maupun individu, menceritakan pengalaman pribadi dan kelompok yang kemudian dibahas menggunakan teori yang ada . Selain itu di matakuliah ini mahasiswa juga diberi kesempatan untuk menonton sebuah film didalam kelas.. asyikk bukan ??? Tapi setelah itu mahasiswa diminta untuk menganalisa film tersebut, dan itu merupakan salah satu cara penerapan pembelajaran yang berbeda.

 Proses belajar tidak lepas dari yang namanya pengkondisian penguatan atau lebih dikenal dengan teori reinforcement positif dan negative yang diungkapkan oleh skinner (1935). Perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur, yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur. Pada hal ini stimulus disini adalah segala sesuatu yang diberikan oleh dosen dan kita melihat feedback dari responden yang dalam hal ini adalah mahasiswa. Ini dapat dilihat dari respon mahasiswa dan keaktifannya dikelas termasuk bertanya dan  menjawab pertanyaan yang diberikan dikelas, dan juga dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan serta penerapan pembelajaran yang diterima mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari.

Pada dasarnya dinamika belajar pada mata kuliah ini adalah dimana guru memberikan stimulus dengan bahan pembelajaran. Selain motivasi, semangat siswa juga dipengaruhi oleh kemampuan dan perilaku guru yang mengajar. Belajar adalah suatu proses dasar dan sangat kompleks, dengan belajar seseorang menyerap ilmu pengetahuan dan pengalaman dari lingkungan sekitarnya. Pada hal ini dosen memberikan suatu stimulus yang berbeda dan mencoba untuk meningkatkan semangat siswa. Cara nya adalah dengan memberikan pembelajaran yang berbeda dari mata kuliah yang lain. Mungkin mahasiswa psikologi sudah terbiasa dengan metode belajar seperti presentasi dikelas. Nah pada kesempatan ini dosen mencoba untuk memadukan konsep belajar e-learning. eLearning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet atau media jaringan komputer lain. Media nya disini antara lain adalah facebook dan blog. Biasanya dosen atau mahasiswa akan memposting komentar pada facebook berkaitan dengan tugas-tugas yang diberikan. Mahasiswa dan dosen dapat saling berinteraksi dan berbagi informasi di media facebook. Sedangkan blog adalah tempat dimana mahasiswa menyalurkan ide dan kemampuannya serta analisis dari kerangka berpikirnya. Setiap tugas akan diposting di dalam blog tersebut. 

Ada hal yang berbeda pada mata kuliah ini dimana  ketika mahasiswa dihadapkan dengan UTS dan UAS , bahan yang diberikan lebih ringan daripada mata kuliah lain. Biasanya saat kita dihadapkan dengan ujian maka kita harus mempersiapkan diri semaksimal mungkin dengan menghapal bahan bacaan karena yang diuji itu berupa soal-soal seperti multiple choice,essay dll. Namun bedanya disini kita dinilai dari segi kreatif setiap individu . Jadi tidak ada tuh yang namanya ujian dikelas dengan sejumlah soal-soal yang mungkin bisa membuat mahasiswa depresi.. hehee ^^

Tapi bukan berarti kita gak belajar loh .. Kita tetap harus belajar dan memahami setiap teori yang ada, hanya saja bedanya kita gak harus ribet menghapal supaya kita dapat nilai bagus. Tapi yang perlu disini adalah pemahaman kita. Kadangkala kita menghapal tidak cukup untuk membuat kita mengerti akan sebuah materi. Namun disini kita bisa melihat dan belajar dari pengaplikasian di keseharian kita. Contohnya nih, saat UTS mahasiswa diminta untuk merancang sebuah  modul yang dibuat sekreatif mungkin sesuai dengan ide-ide mahasiswa yang ada dalam kelompoknya. Walaupun dibuat sekreatif mungkin, harus tetap dihubungkan dengan teori yang digunakan. Nah, jadi kita tetap diminta untuk belajar dari bahan bacaan yang ada. Banyak ide-ide yang muncul contohnya adalah Game. Game ini sangat membantu siswa untuk belajar. Selain lebih memahami teorinya , mahasiswa juga bisa belajar lebih fun dan tidak merasa terbebani. Sementara untuk UAS siswa diberikan tugas akhir dan diminta untuk memilih alternative pilihan dimana:
ü  Menceritakan tentang dinamika proses belajar di psikologi belajar , dan
ü  Menceritakan perbedaan pembagian tugas yang didapatkan pada mata kuliah ini dengan mata kuliah lain.

             Nah, beberapa minggu yang lalu fakultas psikologi mengadakan studi banding. Ada beberapa mahasiswa yang ikut serta dalam psikologi belajar diberi tugas akhir yang berbeda dari mahasiswa yang tidak mengikuti studi banding. Tugas mereka adalah menceritakan kerangka bagaimana pengalaman mereka ketika mengikuti studi banding. Tentu nya yang pasti mereka mendapat banyak pengalaman yang baru dan belajar dari pengalaman tersebut. Dinamika belajar lainnya yang ada pada psikologi belajar ini adalah adanya tugas observasi dimana mahasiswa diminta untuk mengobservasi sebuah sekolah yaitu SMK Tritech Informatika yang ada dikota Medan. Banyak pengalaman yang saya dapatkan disana dimana basis pembelajaran disana sudah menggunakan IT yang bisa dikatakan lebih modern daripada sekolah yang lain. Prinsip belajar sesuai dengan yang diungkapkan oleh Gagne bahwa berbagai macam sifat unik dalam belajar dan manusia melakukan banyak kegiatan dan beragam yang terutama adalah hasil dari belajar (Gagne, 1977). Inti dari kegiatan pembelajaran adalah menyajikan ciri-ciri stimulus, memberikan pedoman belajar, memunculkan kinerja dan memberikan tanggapan atau umpan balik. Dari hasil pengamatan dan observasi yang dilakukan di dapatlah bahwa proses belajar yang di terapkan di SMK tersebut berbeda dengan beberapa sekolah SMK pada umumnya dikota Medan. Sekolah ini menampilkan sesuatu yang berbeda namun tetap mengutamakan pendidikan dimana murid dibebaskan berekspresi dan melakukan apa saja selama dikelas asalkan tetap fokus mengikuti materi pembelajaran.

Sistem belajar di matakuliah ini membantu saya untuk lebih memahami teori-teori di dalamnya. Sistem belajar yang fun dan tidak membuat mahasiswa merasa terbebani. Dan bagaimana kita dapat belajar dengan cara yang berbeda. Kita dapat belajar dan lebih memahamai teori yang ada didalam kelas, namun juga bagaimana kita mengaplikasikan teori tersebut diluar kelas . ya contohnya seperti observasi tadi, kita belajar dari buku membaca teori nya kemudian mengobservasi lingkungannya,dan terakhir mengaplikasikannya.

Testimoni
Mata kuliah psikologi belajar ini adalah salah satu mata kuliah pilihan. Cara belajar yang berbeda membantu siswa untuk lebih mudah  memahami teori yang ada. Selain itu mahasiswa juga dituntut untuk menghasilkan ide-ide yang kreatif dalam segala pemecahan masalah dalam pembelajaran. Setiap analisis dari hasil pembelajaran itu diposting didalam Blog hal ini memberikan banyak wawasan serta peluang yang banyak untuk mengetahui hal-hal lain contohnya dalam hal mendesain blog, mahasiswa menjadi mampu untuk berpikir kreatif dari hal-hal yang awalnya tidak tahu menjadi tahu. Seperti pengertian belajar yang sudah dijelaskan diatas terdahulu.





Sabtu, 08 Desember 2012

Laporan & Analisis Observasi SMK Tritech Informatika Medan


Data observasi yang didapatkan di SMK Tritech adalah :
1.    Nama dan NIM observer           : Mentari Manik (10098)
2.    Kelas yang di observasi            : III-7 SMK Tritech
3.    Mata pelajaran                           : Bahasa Indonesia
4.    Nama Guru                                 : Triandini Ayuningtiyas
5.    Waktu/durasi observasi           : 30 menit/ 11.45-12.15
6.    Jumlah siswa dikelas                : 26 orang
7.  Media pembelajaran guru  : Pada mata pelajaran ini guru hanya menggunakan      buku    bacaan sebagai media pembelajaran siswa, namun pada kelas terdapat media lain seperti TV yang digunakan untuk menampilkan power point yang telah tersedia, laptop, dan whiteboard yang dapat digunakan pada mata pelajaran yang lain.
8.    Media pembelajaran siswa      : Buku cetak dan alat tulis (pada saat mengerjakan latihan) laptop, dan buku tulis (untuk catatan).
9.    Alat observasi                            : Pulpen, kertas, dan buku panduan.
10. Situasi fisik kelas               : Kelas tidak begitu besar kira-kira 4x6 meter. Terdaapat fasilitas didalam ruang kelas seperti AC, Whiteboard, spidol, penghapus, televisi (LCD) ,dan kipas angin . Di depan kelas terdapat dua meja guru dimana meja yang utama berada didepan ujung kelas atau tepatnya berada didepan dan menghadap ke siswa dan meja yang kedua berada disamping kanan meja pertama dan menghadap ke samping siswa. Diruang kelas tersebut juga terdapat rak besi sebagai tempat meletakkan barang-barang siswa . Kursi untuk siswa berjumlah 26 dan susunan kursi tidak tertata dengan baik (berantakan). Ruang kelas dilengkapi juga dengan jam dinding di sisi sebelah kanan serta pencahayaan dalam ruangan yang cukup baik


Analisis hasil observasi dengan teori Kondisi Belajar Gagne

Tabel panduan yang digunakan ialah tabel 5.2 (Tinjauan atas Lima Variasi Belajar)

Dalam tabel terdapat 5 kategori belajar yaitu informasi verbal, keterampilan intelektual, strategi kognitif, keterampilan motorik, serta sikap.
Dalam kelas yang saya observasi yakni pada kelas III-7 SMK Tritech ,kelas tersebut sedang belajar mata pelajaran bahasa Indonesia, topik yang dibahas pada saat itu adalah gaya bahasa,majas, serta mencari makna kata. Ketika Informasi yang pertama mereka dapatkan adalah informasi dari guru tentang topik pelajaran yang dibahas. Disinilah informasi verbal yang didapatkan oleh peserta belajar. Kemudian mereka mulai menggunakan kemampuan intelektualnya dimana siswa kemungkinan dapat merespon informasi yang mereka dapatkan dan setelah itu mereka juga mulai menggunakan strategi kognitif dengan mengelola ingatan mereka sehingga siswa tersebut bisa mengetahui setiap perbedaan dalam gaya bahasa, majas, serta makna kata yang digunakan dalam kalimat atau pun pernyataan yang berbeda.  kemudian sampai kedalam ketrampilan motorik dimana siswa mendemonstrasikan tindakan mereka misalnya ketika guru memberi pertanyaan siswa yang dapat menjawab dengan cepat mulai mengangkat tangannya kemudian yang terakhir menunjukkan sikap ataupun tindakan mereka itu baik yang positif maupun negatif namun pada hal ini siswa menunjukkan sikap positifnya yakni dengan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru yang bersangkutan.

Tabel analisis hasil yang digunakan ialah Tabel 5.7 (kaitan antara tahapan belajar dengan peristiwa pembelajaran)

Dalam hal ini pada dasarnya adalah  tahapan belajar  dimana guru mulai melakukan persiapan belajar tahapnya  yang pertama itu guru menarik perhatian siswa dengan mulai memberikan informasi sehingga siswa memperhatikan apa yang diterangkan oleh guru. Kemudian melakukan ekspektasi dengan memberitahukan tujuan belajar pada siswa disini siswa mulai mengetahui apa apa saja yang akan dipelajari. Selanjutnya retrieval dimana merangsang ingatan siswa terhadap pelajaran sebelumnya, jadi disini guru memberikan beberapa pertanyaan tentang materi yang berhubungan yang telah dipelajari sebelumnya. Selanjutnya ada akuisisi kinerja dimana ada persepsi selektif dengan memberikan stimulus dengan ciri yang berbeda ,disini guru member beberapa kata yang sama namun memiliki makna yang berbeda, jadi siswa diminta untuk mebedakan makna kata tersebut walaupun dengan kata kata yang sama. Penyandian semantik berupa bimbingan belajar, disini guru mulai membimbing kembali siswa terhadap materi yang diajarkan. Retrieval dan respon yang dapat memunculkan kinerja dan penguatan sehingga siswa semakin paham dan mengerti materi belajar tersebut. dan yang terakhir adalah transfer belajar dimana pemberian petunjuk retrieval dengan menilai perbuatan/ kinerja siswa yakni ketika siswa menjawab pertanyaan apakah jawabannya tersebut benar atau salah serta megeneralisasikan dengan contoh yang baru disini guru mulai memberikan contoh-contoh kata yang baru dan berbeda dari sebelumnya dan melihat kinerja siswa. Apakah secara keseluruhan mereka sudah mulai mengerti akan pelajaran yang diberikan meskipun dihadapkan pada hal-hal yang baru ataupun berbeda. hal hal yang baru ataupun berbeda disini adalah dalam hal kalimat-kalimat yang baru ataupun makna kata yang berbeda (soal-soal pembahasan)

Komentar :
Ketika akan melakukan observasi di SMK Tritech Informatika Medan memang sangat menarik perhatian saya karena sekolah ini terbilang modern yang difasilitasi dengan alat-alat yang canggih saat pembelajaran di kelas. Namun ,yang saya sayangkan suasana disekolah tersebut kurang kondusif memang ada sebagian kelas yang kondusif namun kelas tersebut menurut saya akan sangat terganggu dengan keributan yang ditimbulkan oleh kelas-kelas disebelahnya.

Testimoni
Cukup mengesankan ketika melakukan observasi di sekolah ini. Berbeda dengan sekolah-sekolah lain yang tidak menggunakan media IT sebagai pembelajaran didalam kelas melainkan masih manual dengan whiteboard dan sejenisnya. Namun karena ini mungkin masih baru sehingga pembangunannya pun belum selesai sehingga pada kelas bagian atas dilantai dua itu masih kurang rapi. Namun saya mendapatkan pengalaman baru disini, siswa nya juga belajar dengan Fun , karena sistem belajarnya tidak monoton dan tidak membosankan.  Yah, tapi hanya saja guru harus mampu untuk mengontrol suasana di dalam ruangan yang ekstra ramai dengan suara-suara yang cukup bising. Sebaiknya guru memperhatikan bagaimana agar ruangan itu kondusif dan sebaliknya yang berada di luar ruangan juga tidak mengganggu orang-orang yang sedang belajar dalam ruangan

Daftar Pustaka:
Gredler, M. E. (2011).Learning and Instruction. Teori dan Aplikasi: edisi keenam. Jakarta:Kencana

Rabu, 14 November 2012

Tugas : Analisa Permasalahan Postingan di Facebook

Soal : Mengapa mahasiswa psikologi USU yang mengambil mata kuliah psikologi belajar TA 2012/2013 semester ganjil sebahagian besar tidak memberikan tanggapan di grup sehubungan dengan rencana melakukan observasi di lapangan? dianalisis dengan teori Gagne,Bandura dan Piaget

Jawaban :

Berdasarkan teori Gagne proses kognitif dan motivasi sangat berperan dalam mempengaruhi keefektifan belajar. Dimana sebelum melakukan sesuatu , manusia tentunya sudah melakukan pemrosesan informasi di dalam kognitifnya. Dimana dalam proses kognitif tersebut juga akan melibatkan motivasi siswa. Dengan begitu, dapat dikatakan bahwa sebagian besar mahasiswa yang mengikuti kuliah Psikologi belajar kurang memiliki motivasi dan rasa ingin tahu terhadap postingan dosen yang berkaitan dengan tugas. Dalam hal ini mahasiswa tidak terlalu siap dan fokus pada stimulus yang diberikan. Hal ini mungkin di karenakan adanya hal-hal lain yang lebih menarik perhatian mahasiswa sehingga siswa tidak memberikan respon yang berarti pada stimulus dan ini menyebabkan tidak munculnya transformasi dari stimulus (rangsangan).

Berdasarkan teori Bandura mengenai karakteristik situasional yang ia kemukakan dimana terdapat karakteristik situasional yang mempengaruhi reaksi pengamat terhadap model adalah : a) atribut model, b) tingkat ketidakpastian tentang arah tindakan tertentu, c) tingkat penguatan yang ada dalam situasi. Kasus ini termasuk dalam karakteristik pertama dimana adanya atribut modeling yang mempengaruhi suatu kejadian. Ketika teman saya memberitahukan bahwa ada postingan tentang tugas yang akan dilakukan di mata kuliah psikologi belajar saya membaca postingan tersebut. Namun karena saya melihat teman saya tidak memberi respon terhadap postingan tersebut dengan memberi komentar di postingan itu maka saya juga ikut untuk tidak memberi komentar terhadap hal tersebut . situasi ini dalam teori Bandura merupakan suatu situasional yang merupakan atribut model.

Berdasarkan teori Piaget ada 4 tahap proses perkembangan kognitif , diantaranya  
Ada tahap periode operasional formal (diatas 14 tahun) dimana seharusnya seorang mahasiswa mampu membuat keputusan tentang suatu peristiwa berdasarkan kognitifnya dalam situasi memecahkan masalah. hal ini tidak dilakukan oleh para mahasiswa. Terkait dengan perkembangan kognitif Piaget dapat dilihat bahwa para mahasiswa yang mengikuti mata kuliah psikologi belajar belum mampu berfikir dan membuat keputusan atas permasalahan yang ada, mereka belum memaksimalkan kemampuan berfikir mereka untuk mengambil sebuah keputusan dalam menyelesaikan permasalahan.  hal ini dapat terlihat dalam keterbatasan mahasiswa dalam memberi komentar pada postingan di group facebook.

Selasa, 23 Oktober 2012

Review Jurnal

Judul Jurnal : KOMPETENSI BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DI SMP NEGERI 2 MALANG




Abstract 
Kompetensi berpikir kritis dan kreatif di kalangan mahasiswa sangat penting dalam era persaingan global karena tingkat kompleksitas masalah dalam aspek yang lebih tinggi kehidupan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Bagaimana kompetensi kritis dan berpikir kreatif dalam matematika, 2)Untuk menilai siswa dalam memecahakan masalah matematika memproses berdasarkan pemikiran kritis dan kompetensi kreatif. Penelitian ini adalah dilakukan di SMP Negeri 2 Malang, pada bulan Maret-April 2010 dengan menggunakan metode kuesioner, pengujian dan metode wawancara. 
 Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: 1) kompetensi siswa untuk berpikir kritis dalam pembelajaran matematika dari 3 indikator rilis pendapat, kemampuan untuk menentang, keinginan kebenaran itu berarti 56% dikategorikan cukup baik. 2) kompetensi pemikiran kreatif siswa dalam belajar matematika dari 5 indikator kelancaran, fleksibilitas, orisinalitas, elaboratioan, evaluasi ini yang berarti 54% dan 3) kompetensi siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah dengan persentase 60% yang cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan dari hasil kuesioner, tes dan wawancara bahwa kompetensi untuk berpikir kritis dan kreatif dalam SMP Negeri 2 miskin cukup baik. Untuk penelitian lebih lanjut disarankan untuk lebih specifik mana letak kesulitan siswa dalam berpikir kritis dan kreatif sehingga siswa dapat bersaing di era global dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi


PENDAHULUAN
Berfikir adalah daya jiwa yang dapat meletakkan hubungan-hubungan antara pengetahuan, merupakan proses yang “dialektis” yang berarti bahwa selama berpikir, pikiran dalam keadaan tanya jawab, untuk dapat meletakkan hubungan pengetahuan(Abu & Widodo,2004).Kompetensi berpikir kritis dan kreatif di kalangan peserta didik merupakan hal yang sangat penting dalam era persaingan global, karena tingkat kompleksitas permasalahan dalam segala aspek kehidupan modern ini semakin tinggi. Kemampuan berpikir kritis, kreatif dan produktif tergolong kompetensi tingkat tinggi (high order competencies) dan dapat dipandang sebagai kelanjutan dari kompetensi dasar (basic skills) dalam pembelajaran matematika (Sudiarta,2009).
Pemecahan masalah adalah proses menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya ke dalam situasi baru yang belum dikenal. Pada pemecahan masalah matematika akan memberikan peserta didik kesempatan untuk melakukan investigasi masalah matematika yang mendalam, sehingga dapat mengkonstruksi segala kemungkinan pemecahannya secara kritis, dan kreatif. Berhubungan dengan hal tersebut, dalam artikel ini di bahas tentang kompetensi berpikir kritis dan kreatif dalam pemecahan masalah matematika di SMP Negeri 2 Malang.


Pembahasan jurnal :
Belajar adalah perubahan tingah laku melalui usaha baik dengan pengalaman sendiri atau interaksi dengan lingkungan, dimana dalam dunia pendidikan terjadinya proses interaksi antara peserta didik dan guru memiliki satu tujuan yakni hasil dari perubahan tingkah laku dari interaksi lingkungan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.  Dalam perspektif kognitif belajar adalah pemrosesan Informasi dimana ada dua asumsi pokok yang mendukung riset pemrosesan informasi yaitu: (a) Sistem memori adalah pengolah informasi yang aktif dan terorganisasi, dan (b) Pengetahuan sebelumnya berperan penting dalam belajar.

Dalam jurnal ini juga dibahas tentang kompetensi berpikir kritis dan bagaimana cara pemecahan masalah. Menurut Glazer (dalam Sudiarta, 2009) yang dimaksud dengan berpikir kritis dalam matematika adalah kemampuan dan disposisi untuk melibatkan pengetahuan sebelumnya, penalaran matematis, dan srategi kognitif untuk menggeneralisasi,membuktikan atau mengevaluasi situasi matematis yang kurang dikenal dalam cara yang reflektif.Kemampuan berpikir kritis meliputi: 1) keinginan mengeluarkan pendapat; 2)kemampuan untuk menentang; 3) keinginan akan kebenaran (Rukmini, 2008). Beaton dalam Parnes (1992) juga berpendapat bahwa cara berpikir kritis meliputi pemikiran analitis dengan tujuan untuk mengevaluasi apa yang telah dibaca.

Sementara itu pemecahan masalah adalah proses menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya ke dalam situasi baru yang belum dikenal. Metode pemecahan masalah adalah suatu cara pembelajaran dengan menghadapkan peserta didik kepada suatu masalah untuk dipecahkan atau diselesaikan.