Tanpa
terasa waktu terus berjalan. Dan semester ini pun akan segera berakhir. Banyak
pembelajaran yang saya dapatkan khususnya di mata kuliah pedagogi ini. Pedagogi
itu gak akan ada artinya kalau hanya belajar teori nya saja. tapi dengan teori
yang kita punya alangkah baiknya kalau kita juga bisa secara langsung
mengaplikasikannya secara praktis. Nah dengan praktek lah sebenarnya konsep
pedagogi itu bisa benar-benar kita rasakan. Secara umum, saya cukup tertarik
dengan mata kuliah ini walaupun saya belum mampu untuk tampil lebih optimal.
Bahkan pada tugas lapangan mungkin saya sendiri masih memiliki banyak
kekurangan. Tapi terlepas dari itu semua
secara keseluruhan dinamika yang saya lalui di semester ini saya
menyadari bahwa proses ini sangat
bermanfaat membantu saya untuk banyak belajar. Serta sedikit atau banyaknya
tugas dari proses pembelajaran ini juga membantu saya dan kelompok untuk
memberi manfaat pada orang lain yaitu pada adik-adik yang kami ajarkan.
Terimakasih untuk dosen pengampu yang bersedia membimbing kami dalam setiap
proses pembelajaran ini. Saya menyadari akan setiap kekurangan yang saya
miliki. Semoga kedepannya kami menjadi lebih baik lagi :)
Rabu, 18 Juni 2014
Jumat, 30 Mei 2014
Review Hasil Presentasi Kelompok
Pada tanggal 26 Mei 2014 lalu kelompok kami
diberi kesempatan untuk mepresentasikan hasil proses pembelajaran pedagogi yang
telah kami lakukan di lapangan. Kelompok
yang terpilih adalah kelompok yang dipilih secara random . Dan pada kesempatan
tersebut kami diberikan kesempatan urutan kedua pada presentasi pertama. Pada kesempatan tersebut kelompok kami
menyadari kalau persiapan yang telah kami lakukan masih kurang matang. Namun,
walaupun demikian kelompok kami berusaha untuk menyampaikan presentasi dengan persiapan yang minim .
Kami
sangat menyadari akan kekurangan kami tersebut. Mulai dari tampilan slide yang
kurang maksimal, isinya pun mungkin kurang menjelaskan secara spesifik apa yang
telah kami kerjakan. Namun,kami tetap berusaha mepresentasikan nya dengan
sebaik mungkin. Banyak pertanyaan yang kemudian muncul setelah kelompok
menyampaikan presentasi. Mulai dari metodenya bagaimana, cara mengajarnya
seperti apa sampai pada evaluasi berdasarkan teori. Walaupun banyak pertanyaan
yang muncul kami tetap mampu menjawabnya.
Kami
juga menyadari akan kebingungan teman-teman yang menyampaikan pertanyaan. Karena
mungkin secara umum kami mampu menjelaskannya tapi pada tampilan slide kami
kurang mampu menjelaskan lebih spesifik. Terlebih lagi karena kelompok juga
kurang memasukkan data dokumentasi yang dapat menguatkan proses pembelajaran
yang telah kelompok kami lakukan.
Dan
diakhir sesi dosen pengampu memberi kami skor. Dan dosen pengampu juga memberi
kesempatan pada mahasiswa lain untuk memberi komentar dan pendapatnya tentang
presentasi setiap kelompok yang maju secara online. Semoga di pertemuan
selanjutnya kami bisa menjadi lebih baik lagi dan ini juga bisa jadi pelajaran
bagi kelompok lain yang ingin presentasi. Karena segala sesuatunya butuh
persiapan yang benar-benar. Meskipun
skor yang kami dapatkan tidak terlalu tinggi semoga kami bisa belajar untuk
lebih baik lagi di kemudian hari. Seperti pesan dari dosen pengampu “next time
better” :)
Sabtu, 12 April 2014
Laporan Wawancara Pedagogi
Bab I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Berbicara
tentang pendidikan kita semua pasti tau apa itu pentingnya pendidikan. Melalui
pendidikan kita memperoleh pengetahun dan kemampuan yang dapat kita gunakan
sebagai bekal masa depan. Menjadi bangsa yang maju tentu merupakan cita-cita
yang ingin dicapai setiap negara. Karena itu didalam dunia pendidikan
dibutuhkan pendidik atau pengajar yang akan mentransformasikan ilmu yang
dimilikinya untuk siswa. Peranan guru sebagai pendidik sangat dibutuhkan dalam
mendorong dan memberi bantuan agar anak dapat mempunyai rasa tanggung jawab
dengan apa yang dilakukan dan guru juga berupaya agar pelajaran yang diberikan
selalu cukup untuk menarik minat anak.
Karena
mengajar merupakan aspek yang penting dalam pendidikan, banyak metode yang
digunakan dalam mengajar. Lahirlah pedagogi yang secara umum diartikan sebagai
ilmu atau seni didalam mengajar. Guru memiliki peran dalam menentukan kualitas
dan kuantitas pengajaran. Karena guru bertugas sebagai fasilitator dalam
menciptakan kondisi belajar yang efektif
Untuk
mengetahui bagaimana perkembangan pendidikan dipandang dari sudut pandang guru
sebagai tenaga pengajar maka saya melakukan wawancara dengan seorang guru.
Dimana kebetulan beliau adalah saudara sepupu saya sehingga membantu saya untuk
lebih mudah berinteraksi dan menjalin komunikasi dengannya. Pada bab
selanjutnya akan dijelaskan hasil wawancara yang telah saya lakukan.
B.
Tujuan
Adapun
tujuan dari wawancara ini adalah untuk menggali informasi mengenai jawaban
informasi dibawah ini :
1)
Pandangan guru tentang pendidikan
2)
Motivasi yang mendasarinya
3)
Bagaimana sudut pandangnya sebagai guru dalam melihat peserta
didik
4)
Apa filosofi dalam mengajar
5) Pendekatannya dalam
mengajar
Bab II
HASIL
WAWANCARA
Nama
guru : D (inisial)
Tanggal
wawancara : Selasa 1 April 2014
Pengalaman
mengajar : 6 Tahun
Guru : SMK Dr Sjahrir
Medan
Bidang
Studi : Bahasa Indonesia
Berikut
adalah hasil wawancara :
1.
Bagaimana pandangan guru tentang
pendidikan ?
Pendidikan
adalah adalah salah satu hal yang diutamakan karena tanpa pendidikan seorang tidak
dapat berkembang. Dengan pendidikan seseorang mampu untuk bersosialisasi dengan baik. Secara umum
sebenarnya kualitas pendidikan di Indonesia masih kurang , buktinya masih
banyak masyarakat Indonesia yang memilih sekolah ke luar negri karena kualitas pendidikan
disana lebih baik. Tapi kalau saya lihat sebagian sekolah perkembangan dalam
dunia pendidikan nya sudah ada peningkatan ini bisa dilihat dimana guru itu gak
hanya sekedar ada didepan kelas terus mengajar, tetapi juga ada metode diskusi,
terus ada juga yang sekolahnya sudah dilengkapi dengan media-media tertentu
yang cukup canggih misalnya penggunaan internet di sekolah. Jadi siswanya lebih
mudah mengesplor dunia luar.
2. Apa yang memotivasi guru untuk
mengajar?
Saat
kuliah saya mengambil jurusan bahasa indonesia di Unimed, yah mau tak mau
akhir-akhirnya harus ngajar kan. Karena
jurusan bahasa indonesia yang saya ambil adalah keguruan. Yah tapi selain itu
juga ada motivasi dari orangtua karena orangtua saya seorang guru. Dan orang
tua saya juga yang menyarankan kakak mengambil jurusan ini.
3. Bagaimana sudut pandang dalam
melihat peserta didik ?
Siswa
sekarang sulit diatur , terus kalau
disuruh kerja kelompok malah ribut. Ada juga yang susah diatur . Contohnya ada
kejadian murid saya itu pakai rok terlalu pendek, padahal sudah dinasehati
berulang-ulang. Ya akhirnya dengan terpaksa saya pernah ngeluarin dia dari
kelas . Mendidik anak-anak sekarang sih harus tegas. Kalau gak mereka bisa
semena-mena. Kalau saya sendiri ya gak peduli siapa dia , mau dia anak siapa
juga saya gak peduli. Yang penting pendidikan moral mengenai apa yang baik itu
harus di terapkan. Ya walau sebenarnya sulit
, apalagi sekarang ini menghukum dikit udah dibilang kekerasan. Atau
kita bentak aja dikelas udah cengeng. Sulit memang anak sekarang.
4. Apa
filosofi dalam mengajar ?
Mengajar
adalah profesi saya, hidup saya,saya juga merasa bertanggung jawab untuk
mendidik anak dengan baik, tidak hanya mengajar ilmu yang dimiliki tapi
mengajarkan bagaimana anak bisa mengembangkan moral dan rasa tanggung jawab.
5. Pendekatan guru dalam mengajar
Karena
saya bidangnya bahasa indonesia , saya sering mengajar dengan metode ceramah,
selain itu biasanya juga membentuk kelompok agar siswa bisa berdiskusi. Dalam
kelompok juga nanti saya biasanya kasih tugas. Contohnya saya juga sering
mengajak anak untuk latihan wawancara di lapangan. Jadi gak hanya teori aja
yang dipelajari tapi harus praktek juga. Jadi anak bisa mengasah kemampuannya.
Bab III
Pembahasan
Mengajar merupakan seni dan ilmu
mentransformasikan bahan ajar kepada peserta didik dengan menggunakan media
tertentu. Hubungan yang terjadi antara guru dan siswa adalah hubungan dua arah
dimana guru memberikan ilmu dan siswa menerima. Namun bukan berarti siswa
disini pasif. Siswa juga dapat menegluarkan idenya dan pengetahuan yang
dimiliki serta bertanya mengenai apa yang belum diketahui. Berdasarakan
wawancara yang telah saya lakukan guru sudah melakukan ilmu dan seni mengajar.
Ilmu digunakan dalam menjelaskan teori sedangkan seni terlihat dari bagaimana
guru mengajar. Guru tidak hanya mengajar dengan metode ceramah. Tapi guru juga
berusaha untuk menggunakan teknik lain yaitu dengan membentuk kelompok dan
siswa dapat berdiskusi mengeluarkan ide yang mereka punya.
Bab IV
Kesimpulan
Berdasarkan hasil wawancara maka
dapat disimpulkan bahwa :
1.
Pandangan guru tentang pendidikan
adalah bahwa pendidikan merupakan suatu hal yang penting dan harus diutamakan
agar seorang individu bisa berkembang dan bersosialisasi dengan baik
2.
Motivasi subjek dalam mengajar
karena didasarkan atas saran dari orang tuanya yang juga memiliki profesi
sebagai tenanga pendidik
3.
Pandangan subjek mengenai peserta
didik adalah bahwa anak didik sekarang ini kurang memiliki moral yang baik
sehingga perlu adanya pendidikan moral agar seorang anak bisa lebih baik dan
berkembang serta memiliki tanggungjawab
4.
Metode mengajar yang digunakan
adalah dengan menyampaikan materi dengan cara ceramah, selain itu juga
membentuk kelompok yang membantu siswa untuk berdiskusi serta melakukan praktek
kerja lapangan.
Bab V
Saran
1. Berdasarkan
hasil wawancara diatas menurut saya setiap siswa perlu mendapatkan pendidikan
moral . Pendidikan moral tidak hanya bisa diajarkan di lingkungan keluarga
tetapi juga lingkungan sekolah. Guru dapat membantu anak untuk mengajarkan
pendidikan moral. Selain itu antara guru dan orangtua perlu adanya komunikasi.
Agar guru mengkomunikasikan bagaimana perkembangan si anak, jadi orangtua pun
perlu tau mengenai anak tersebut
Daftar Pustaka
Danim,S.2013. Pedagogi,Andragogi,dan
Heutagogi.Bandung : Alfabeta
Sabtu, 05 April 2014
Rancangan Pembelajaran dan Laporan Hasil Pembelajaran "Pengenalan Bahasa Inggris"
Kelompok 3
I. I . Latar Belakang
Pedagogi adalah seni dan ilmu mengajar dimana pengajar
mentransformasikan bahan ajar kepada peserta didik dengan menggunakan media
tertentu. Kelompok mencoba untuk menerapkan konsep pedagogi ini pada anak-anak
jalanan di salah satu perkampungan yang terletak didaerah kampung aur. Ditempat
ini terdapat sebuah lembaga sosial (Kopa) yang menyediakan fasilitas ruang
perpustakaan untuk anak-anak ataupun masyarakat disekitar. Biasanya sepulang
sekolah banyak anak-anak yang menyempatkan waktunya untuk datang ketempat ini
untuk membaca buku pelajaran, buku cerita ataupun sekedar bermain dengan
teman-temannya.
Anak-anak yang datang ketempat ini biasanya beragam
dan memiliki background yang berbeda
ada dari yang belum sekolah TK,SD,SMP hingga SMA dan berasal dari
sekolah-sekolah yang berbeda. Bahkan ada juga yang tidak sekolah. Berdasarkan
hasil wawancara dengan anak-anak kelompok merasa perlu untuk memberi materi
pengenalan bahasa inggris karena banyak anak-anak yang mendapat nilai jelek
untuk mata pelajaran bahasa inggris, selain itu kampung aur juga sering
dikunjungi oleh tamu dari luar negeri terkait dengan kondisi kampung aur yang
merupakan lingkungan perkotaan kumuh dan membutuhkan perhatian.
Dalam menerapkan konsep pedagogi melalui pengenalan
bahasa inggris ini, kelompok memilih anak usia 6-8 tahun sebanyak 8 orang
dikarenakan keterbatasan dari pengajar dan agar suasana pengajaran lebih
terkontrol. Kelompok akan mengajar pengenalan bahasa inggris dengan beberapa
metode yang pertama, pengenalan bahasa inggris dengan menonton video dimana
akan dikenalkan tentang angka dan huruf. Selain itu kelompok juga akan
melakukan games yang sesuai dengan pembelajaran agar suasana belajar lebih
menyenangkan dan selanjutnya kelompok akan melakukan evaluasi terhadap
pembelajaran yang telah dilakukan
Kelompok berencana akan mengajar dengan 3x pertemuan
dimana kelompok akan mengajar selama 60 menit setiap pertemuannya. Pengajaran
akan dilakukan dengan setting dalam ruangan karena tempat tersebut memang
menyediakan tempat untuk belajar seperti papan tulis dan tempat duduk untuk
belajar.
II.
Konsep
Rancangan pembelajaran
a.
Pembagian
Sekuen Pembelajaran
1.
Pertemuan I
· Pendahuluan (20 Menit)
-
Perkenalan
-
Menonton video
· Isi (Pengenalan Huruf dan Angka dalam Bahasa
Inggris) (35 Menit)
-
Mengenalkan huruf dan angka dalam Bahasa Inggris
-
Menggunakan awalan huruf dalam bahasa inggris pada
kata-kata benda
-
Mengeja nama dengan menggunakan abjad dalam Bahasa
Inggris
· Penutup (5 Menit)
-
Menginformasikan apa saja yang akan dipelajari pada
pertemuan selanjutnya
2.
Pertemuan II
· Pendahuluan (15 Menit)
-
Memberi salam dan sapa
-
Mengulang pelajaran sebelumnya
· Isi (Pengenalan Benda-Benda dan Percakapan Ringan
dalam Bahasa Inggris) (40 Menit)
-
Bermain mencocokan nama benda dengan media kartu
-
Bermain peran dengan percakapan ringan menggunakan
Bahasa Inggris
· Penutup (5 Menit)
- Menginformasikan untuk mengulang pelajaran di rumah
karena akan di ujikan pada pertemuan terakhir
3.
Pertemuan III
· Pendahuluan (10 Menit)
-
Memberi salam dan sapa
-
Mengulang pelajaran sebelumnya
· Isi (Ujian dan Perpisahan) (35 Menit)
-
Membagikan lembar ujian
-
Memberi pertanyaan random
-
Bernyanyi dan bermain game
· Penutup (15 Menit)
-
Memberikan hadiah pada anak dengan nilai terbaik dan
keaktifkan yang baik
-
Perpisahan
b. Pembagian Tugas
kelompok
Semua anggota kelompok akan menghadiri semua pertemuan
dengan pembagian tugas yang bergilir, adapun tugas yang akan di jalankan ialah
sebagai berikut:
Ø MC :
Bertugas untuk memandu dan mengontrol jalannya acara
Ø Teacher : Bertugas membimbing dan memberikan
pengetahuan pada anak didik
Ø Co-Teacher : Bertugas untuk membantu Teacher dalam
mengajar dan mendidik para siswa
Ø Observer : Bertugas mengamati seluruh
jalannya acara.
· Pertemuan I
1. MC
: Khairunisa Pri Utami
2. Teacher
: Mentari Manik
3. Co Teacher
: Laura
Marsaulina M
4. Observer
: Sri Saputri
· Pertemuan II
1. MC
: Sri Saputri
2. Teacher
: Khairunisa Pri Utami
3. Co Teacher : Mentari Manik
4. Observer
: Laura Marsaulina M
· Pertemuan III
1. MC
: Mentari Manik
2. Teacher
: Sri Saputri
3. Co Teacher : Laura Marsaulina M
4. Observer
: Khairunisa Pri Utami
Alat bantu yang digunakan :
ü Poster
ü Laptop (untuk memutar video)
ü kartu
III. Proses
Pembelajaran
· Penutup (5 Menit)
Waktu
|
Tujuan
|
Metode
|
Kegiatan
|
Keterangn
|
Pertemuan I
(60 Menit)
|
Memberi tahu
pentingnya mengenal bahasa inggris
|
Menyajikan
video
|
Setelah perkenalan
kelompok dan anak-anak menonton video dan menjelaskan isi vidio yakni
pengenalan huruf, kata benda, dan mengeja kata
|
Menggunakan
laptop sebagai media untuk menyajikan video
|
Pertemuan II
(60 Menit)
|
Menambah kosa
kata dan pengetahuan anak tentang bahasa inggris
|
Games dan
bermain peran
|
Pengenalan
Benda-Benda dan Percakapan Ringan dalam Bahasa Inggris. kemudian anak bermain
games dengan cara anak diminta untuk mencocokan nama benda dengan media kartu
|
Menggunakan
media kartu untuk membantu bermain games
|
Pertemuan III
(60 Menit)
|
Melakukan
evaluasi terhadap pertemuan sebelumnya
|
Ujian dan
memberi pertanyaan secara random
|
Kelompok
memberi ujian dan pertanyaan kepada anak. Pertanyaan yang diberikan dengan metode
games dimana siapa yang dapat menjawab maka akan diberikan poin bintang
(hadiah)
|
Kelompok
memberi lembar ujian dan Pada pertemuan terakhir ini kelompok juga mengadakan
perpisahan dengan anak-anak serta membagikan reward untuk mereka karena telah
bersedia untuk belajar
|
Keterangan singkat:
Pertemuan I
Sebelumnya kelompok telah melakukan kunjungan terlebih
dahulu yaitu mendatangi tempat
anak-anak yang akan menerima pembelajaran pedagogi dari kelompok kami. Tempat yang
akan kami datangi berada di Jalan Seibandar No 23 yaitu “kampung aur”. Nama
tempat yang jelasnya adalah “KOPA”. Setelah mendatangi tempat tersebut, kami
menjumpai pengurus yang bekerja dikomunitas itu untuk berbincang-bincang
mengenai maksud dan tujuan kelompok kami. Lalu setelah berbincang-bincang
mengenai tujuan kelompok kami, kelompok kami beserta pengurusnya mendatangi
anak-anak yang akan terpilih untuk mendapatkan pembelajaran pedagogi. Pada
pertemuan pertama kami memulai dengan tahap perkenalan kemudian kami memulai
belajar dengan menonton vidio yang membantu kelompok untuk mengajarkan
pengenalasn huruf dan angka dalam bahasa inggris. dan kemudian pertemuan
diakhiri dengan mengajak anak-anak tersebut untuk menyanyikan alphabet dalam
bahasa inggris
Pertemuan II
Pada pertemuan kedua kelompok mengajarkan mengenai
pengenalan benda-benda dan percakapan ringan dalam bahasa inggris. kemudian
anak bermain games dengan cara anak diminta untuk mencocokan nama benda dengan media
kartu. Pembelajaran ini bertujuan untuk menambah kosa kata dan pengetahuan anak
tentang bahasa inggris. kelompok menggunakan media kartu untuk lebih mudah
mengenali jenis bendanya dan mengucapkan nya dalam bahasa inggris. selain itu
games ini juga membuat anak lebih tertarik untuk belajar.
Pertemuan III
Pada pertemuan ketiga, kelompok kami mengulang kembali
apa yang telah diajarkan kepada anak. Kemudian kelompok juga mengevaluasi hasil
belajar anak dengan mengadakan ujian singkat, serta kelompok juga memberikan
pertanyaan-pertanyaan kepada anak-anak tersebut. Setelah itu kelompok
memberikan reward terhadap anak-anak yang sudah bersemangat untuk mau belajar
bahasa inggris. lalu yang kedua, menjumpai pengurus dari KOPA tersebut untuk
mengucapkan ucapan terima kasih atas sudah bersedia mau membantu kelompok kami
dalam proses belajar mengajar terhadap anak-anak tersebut sekaligus memberikan
beberapa sumbangan yang dibutuhkan di KOPA tersebut karena dari informasi yang
didapat dari pengurusnya, kurangnya penyumbangan dari lembaga-lembaga atau
oknum-oknum yang berwenang.
IV. Hasil
Observasi
a) Stimulus
Pengajar
Pertemuan I
Kelas dimulai oleh MC dengan memperkenalkan diri dan
menginformasikan tujuan kelompok datang ketempat tersebut. MC juga meminta semua
anak memperkenalkan dirinya satu persatu. Selanjutnya, MC memberikan kesempatan
kepada pengajar untuk melanjutkan materi .
Teacher dan co teacher berdiri didepan kelas
untuk memulai proses belajar. Co teacher membantu teacher menyajikan video yang
akan ditampilkan ke anak-anak. Teacher menjelaskan isi dari video sambil
sesekali bertanya pada anak. Co Teacher meminta anak-anak untuk mencatat
hal-hal yang dianggap penting. Setelah tayangan video usai teacher bersama-sama
mengulang penyebutan alphabet dalam bahasa inggris . kemudian co teacher
meminta beberapa orang anak untuk maju kedepan kelas dan menjelaskan ulang
materi yang telah disampaikan . Setelah materi selesai disampaikan
teacher mengembalikan kelas kepada MC. Kemudian MC bertanya apa yang telah
dipelajari oleh anak dan mengajak anak-anak bernyanyi mengulang alfabet yang
tadinya dipelajari dan MC menutup pertemuan dengan berdoa.
Pertemuan ke II
MC menyapa adik-adik kemudian mecoba bertanya mengenai
pelajaran sebelumnya. Setelah itu kelas di arahkan kepada teacher dan co
teacher. Teacher berdiri didepan kelas dan mulai mengenalkan beberapa nama
benda serta melakukan percakapan ringan dalam bahasa inggris. co teacher
membantu dalam menyediakan games dengan media kartu yang terdiri dari benda-benda.
Dan co teacher mempertanyakan apa nama-nama benda tersebut didalam bahasa
inggris. Co Teacher kembali meminta anak-anak untuk mencatat hal-hal yang
dianggap penting dan meminta anak-anak untuk mempelajarinya dirumah. Dan
teacher memberitahu bahwa pertemuan selanjutnya siswa akan diberi ujian.
setelah materi selesai disampaikan teacher mengembalikan kelas kepada MC.
Kemudian MC bertanya apa yang telah dipelajari setelah itu MC menutup pertemuan
Pertemuan III
Kelas kembali dibuka oleh MC, MC menanyakan apakah
adik-adik telah belajar dirumah. Dan MC mencoba mengulang pelajaran sebelumnya
. kelas kembali di arahkan ke teacher. Teacher menanyakan apakah anak-anak
telah siap untuk ujian. Setelah itu Co teacher membagikan lembar kertas ujian
dan teacher memulai ujian . setelah anak selesai mengerjakannya co teacher
mengumpulkan hasil ujian dan co teacher bertugas memriksa hasil ujian.
Sementara itu teacher mencoba mengevaluasi hasil ujian anak-anak tersebut.
Setelah itu teacher kembali mengulang kembali pelajaran dan mengajak anak untuk
menyanyi alphabet. Setelah selesai kelas kembali di berikan kepada MC kemudian
MC mengakhiri pertemuan dan mengucapkan terimakasih kepada anak-anak karena
telah bersedia ikut dalam pembelajaran. Setelah itu teacher dan co teacher
membagikan reaward kepada anak-anak .
b) Respon audience
(siswa)
Pertemuan I
Saat kelas dimulai anak-anak duduk rapi dan saat
anak-anak disuruh memperkenalkan diri anak-anak merespon dengan baik dan
anak-anak siap memperkenalkan diri didepan kelas, walaupun ada beberapa anak
yang kelihatan malu-malu. Setelah itu saat proses pelajaran dimulai anak-anak
dengan semangat untuk melihat video yang ditampilkan oleh Co teacher anak-anak
kelihatan sangat penasaran ingin melihat video.
Tetapi saat Teacher menjelaskan maksud isi vidio ada
beberapa anak sebut saja samson ia selalu kelihatan tidak fokus, tidak pernah
tenang,suka mengganggu teman nya yang lain,sedikit ribut dan saat anak-anak
diberi pertanyaan ada seorang anak yang bernama farhat adalah seorang anak yang
kurang percaya diri dan malu-malu.
Pertemuan II
Di pertemuan kedua ini anak-anak di minta untuk
mengulang kembali pembelajaran pada pertemuan kedua. Pada pertemuan kedua ini
anak-anak senang karena terlihat sekali mereka senang untuk belajar. Saat
Teacher berdiri didepan kelas dan mulai mengenalkan beberapa nama benda serta
melakukan percakapan ringan dalam bahasa inggris anak-anak senang walaupun ada
juga anak yang belum percaya diri malu-malu untuk melakukan percakapan. Anak-anak
sangat aktif dalam merespon walaupun ada juga yang masih malu-malu tapi ia
tetap merespon karena di tuntun oleh guru. Saat anak-anak di beri games
anak-anak senang sekali walaupun terlihat satu orang anak bernama samson sangat
lasak dan rasa ingin tahu nya tinggi tapi untuk seluruhnya anak-anak senang dan
ceria.
Pertemuan III
Saat di pertemuan ketiga ini kami memulai pembelajaran
dan sebelumnya saat di tanyak anak-anak sudah belajar di rumah anak kurang
merespon karena mungkin ada anak-anak yang takut karena mereka belum belajar
tetapi ada seorang anak yang bernama meysa seorang anak yang malu-malu tetapi
anak itu sangat pintar dan rajin. Saat anak-anak di bilang Teacher bahwa
anak-anak pada pertemuan ini akan melaksanakan ujia, ada beberapa anak-anak
yang kelihatan belum siap untuk ujian. Saat ujian di mulai sebagian anak-anak
tenang walaupun kelihatan ada anak yang kelihatan tidak tenang. Saat ujian
selesai anak-anak mengumpulkan ujian setalah itu teacher membahas lagi tentang
ujian dan anak-anak di suruh untuk mengikuti apa yang teacher bahas. Dan saat
itu tak lama kemudian tiba-tiba seorang anak bernama samson usil dengan
temannya bernama farhat tiba-tiba dia mengganggu farhat dan membuat sifarhat
menangis. Saat itu keadaan mulai tidak tenang tetapi setelah teacher membujuk
farhat dan samson semuanya baik-baik saja dan samson dan farhat baikan dan
selanjutnya pembelajaran dimulai lagi anak-anak kelihatan senang kembali dan
semua nya bersama-sama mengulang pembelajaran dan terakhirnya anak-anak gembira
karena teacher memberi reward kepada anak-anak.
V. Hasil
Evaluasi
Konsep pedagogi adalah seni dan ilmu mengajar dimana
pengajar mentransformasikan bahan pembelajaran kepada peserta didik. Seni
mengajar bisa dilakukan dengan berbagai cara salah satunya dengan menggunakan
metode tertentu. Ilmu mengajar bisa dipelajari di mana pun dan kapan pun, baik
individual, kelompok, maupun di lembaga. Seni mengajar hanya terlihat ketika
interaksi pembelajaran berlangsung. Banyak orang mengatakan bahwa mengajar adalah
seni. Penganut “Kegiatan pengajar sebagai seni berpendapat bahwa mengajar
sebenarnya melibatkan intuisi, improvisasi dan ekspresi.
Setelah melakukan 3 kali pertemuan pada proses
pengajaran ini kelompok merasa teori pedagogi yang kelompok gunakan sesuai
dengan keadaan dan kebutuhan dari anak-anak yang kelompok ajarkan. Anak usia
antara 6-8 tahun memang masih lebih memilih bermain ketimbang serius belajar,
hal ini juga terjadi dikalangan anak-anak yang bermukim di kampung aur. Untuk
itu kelompok mencoba menghadirkan sebuah metode yang bisa menarik perhatian
anak-anak yaitu dengan belajar sambil menonton video dan juga melalui beberapa
games untuk membuat suasana belajar menjadi menyenangkan.
Dalam kegiatan pengajaran yang dilakukan oleh
kelompok, kelompok merasa pendapat mengenai mengajar melibatkan intuisi,
improvisasi dan ekspresi memang benar adanya. Kelompok memiliki intuisi untuk
memberikan pengenalan bahasa inggris pada anak-anak di kampung aur setelah
mengetahui apa hal yang memang mereka butuhkan. Ketika mengajar kelompok juga
berusaha menyelaraskan ritme belajar setiap anak dengan harapan apa yang
menjadi tujuan kelompok dapat tercapai. Hal ini juga menunjukan bahwa kelompok
berusaha melakukan improvisasi yaitu menyesuaikan diri dengan kenyataan yang
ada. Ketika kelompok mendapat hambatan dalam memberikan pengajaran sebisa
mungkin kelompok mencari cara untuk segera mengatasinya.
Kelompok menyadari sebagai pengajar kelompok dituntut
untuk memberikan yang terbaik. Seperti kebanyakan anak tentu akan menganggap
gurunya adalah orang yang benar dan pintar untuk itu kelompok harus senantiasa
bisa menunjukkan bahwa ekspresi meyakinkan bahwa apa yang diajarkan adalah
sebuah kebaikan yang akan memberi manfaat bagi mereka sebagai siswa. Dalam
mengajar kelompok juga sebisa mungkin menampilkan ekspresi yang beragam
disesuaikan dengan penekanan pokok-pokok bahasan dalam materi. Hal ini
dilakukan akan para siswa mengetahui mana hal-hal yang perlu mendapat perhatian
khusus.
Dalam proses pengajaran ini kelompok berusaha untuk
mengajar dengan baik dan memanfaatkan hal-hal yang dapat menunjang jalannya
proses pengajaran. Salah satunya kelompok menggunakan alat bantu yakni dengan
menggunakan laptop untuk menonton video, menggunakan kartu untuk bermain games
mencocokan gambar dan menggunakan poster untuk membantu anak mengenali benda.
Penggunaan metode menonton video cukup dapat diterima dan memunculkan antusias
dari anak-anak. Anak- anak cukup mampu memahami apa yang telah diajarkan ini
dapat dilihat dari hasil observasi kelompok dimana anak-anak tersebut mampu
menjawab pertanyaan yang diberikan meskipun terkadang anak-anak tersebut belum
mampu untuk mengucapkan bahasa inggris tersebut dengan baik. Misalnya dalam
pengucapan kata “book” anak-anak
tersebut masih cenderung mengucapkan dengan kata “bok” atau “Table” dibaca “tabel”
disini peran guru sangat diperlukan untuk membimbing anak-anak agar anak-anak
tersebut mampu untuk belajar lebih baik lagi.
Testimoni
Secara keseluruhan kelompok cukup antusias melakukan
proses pengajaran ini. Memang masih banyak terdapat kekurangan dalam cara
mengajar kelompok, namun kelompok menyadari bahwa hal tersebut merupakan bagian
dari proses pembelajaran. Banyak hambatan yang kelompok temui ketika melakukan
proses pengajaran ini namun kelompok tetap optimis sedikit atau banyak apa yang
telah kelompok ajarkan akan memberi manfaat bagi anak-anak disana.
Langganan:
Postingan (Atom)