Senin, 24 September 2012

Minggu, 16 September 2012

Pembahasan Kelompok


Nama Kelompok :
Jadi, berdasarkan dari pengalaman-pengalaman kami, bahwa benar adanya pendapat Gagne tentang tahapan belajar  yang dimulai dari tahap persiapan belajar yang didalamnya terdiri dari tahap memperhatikan, harapan, retrieval untuk dibawa keingatan kerja. Pada tahapan memperhatikan ini, kita mendapatkan informasi tentang sesuatu tersebut melalui proses memerhatikan sehingga kemudian kita mempunyai harapan bahwa kita dapat melakukan hal tersebut. Kemudian kita mulai mengingat apa – apa saja yang kita butuhkan untuk mulai melakukan sesuatu hal tersebut.

Kemudian kita masuk kepada tahap selanjutnya, yaitu tahap Akuisisi dan Kinerja belajar yang didalamnya terdiri dari tahap persepsi selektif atas ciri stimulus , misalnya pada saat proses belajar mengenal huruf, dapat dilakukan  dengan cara bernyanyi ataupun menggunakan kata – kata yang menarik dan mudah diingat. Selanjutnya penyandian semantik, yaitu dengan cara mengingat huruf yang sudah disajikan dengan  contoh kata yang memiliki huruf awalan yang merupakan huruf yang dimaksud, misalnya untuk mengingat huruf “a” maka kata yang diingat adalah “ayam”. Kemudian tahap selanjutnya adalah retrieval dan respon. Dimana pada tahap retrieval ini kita akan mudah mengingat huruf tersebut dan akan menimbulkan respon berupa ingatan akan huruf itu. Selanjutnya adalah tahap penguatan, pada tahap ini kita diberikan penguatan agar apa yang telah kita pelajari sebelumnya masih tetap kita ingat.

Tahap terakhir adalah tahap transfer belajar ,dimana pada tahap ini terdiri dari tahap pemberian petunjuk retrieval dan generalisasi. Pada tahap pemberian petunjuk retrieval  yaitu menilai perbuatan/kinerja. Dan pada tahap generalisasi kita sudah mampu memunculkan kinerja dalam contoh yang baru.

Contoh Kasus Pengalaman Pribadi Berdasarkan teori Robert Gagne



Ketika saya duduk dibangku kelas 2 SD saya mempunyai pengalaman dimana membawa saya untuk belajar memasak. Saat pulang sekolah setibanya dirumah ,kedua orangtua saya tidak berada dirumah dan saat itu saya sangat lapar. Dan akhirnya saya berpikir untuk memasak sendiri. Saat itu dirumah hanya ada beberapa butir telur. Sebelumnya saya sering melihat ibu menggoreng telur sehingga terbersit dibenak saya untuk melakukan hal itu. Ibu pernah mengajarkan saya bagaimana memasak telur, namun sebelum itu saya belum pernah mempraktekkannya. Ibu hanya mengatakan setelah memberi sedikit minyak, telur dipecahkan kedalam mangkok dan diberi sedikit garam dan telur tersebut dimasukkan kedalam kuali. Namun ternyata hal itu tidak membawa saya untuk berhasil menggoreng telur tersebut karena sebelum memasukkan telur minyaknya harus lebih masak dan lebih panas. Dan minyaknya juga terlalu sedikit sehingga telur tersebut bentuknya hancur, tidak sesuai harapan seperti telur yang biasanya ibu masak untuk saya. Beberapa menit kemudian beruntungnya kakak saya pulang dan kemudian melihat apa yang saya kerjakan.  Akhirnya kakak saya kembali mengajari saya bagaimana cara menggoreng telur. Pertama api dinyalakan, kemudian diberi sedikit minyak, dan karena saya ingin telur mata sapi , setelah minyaknya panas telur dipecahkan dan langsung di dimasukkan kedalam kuali. Tapi kalau telur nya ingin didadar bisa dikocok terlebih dahulu dalam mangkok dan diberi sedikit saja garam. 

Setelah bagian bawah  telur matang kemudian telur dibalikan agar kedua bagian sama-sama matang dan setelah itu telur bisa diangkat dan dihidangkan. Dan esok harinya akhirnya saya mencoba hal yang sama sesuai dengan yang telah diajarkan oleh kakak saya. Dan hasilnya sesuai harapan saya. Mulai dari sana saya belajar memasak bukan hanya menggoreng telur tapi memasak makanan lain seperti memasak ikan sayur dan lain-lain. Dan akhirnya hingga sekarang saya bisa memasak sendiri.


Pembahasan :

Menurut pengalaman saya diatas teori belajar diatas sesuai dengan teori nya Gagne dimana ada 5 variasi belajar ,yang pertama kita mendapatkan informasi verbal seperti contoh diatas saya mendapatkan informasi bagaimana cara memasak kemudian kedua ada keterampilan intelektual dimana pada tahap itu kita mulai mencoba sesuai dengan informasi yang kita dapatkan kemudian ketiga ada strategi kognitif dimana kita mulai mengingat serta mempelajarinya dan keempat ada keterampilan motorik dimana kita mendemonstrasikan pengetahuan yang kita miliki dan yang terakhir, ada sikap dimana kita memilih tindakan apa yang kita lakukan . Tahapan belajarnya juga bertahap mulai dari persiapan belajar ,akuisisi kinerja,serta transfer belajar dimana diantaranya mengarahkan perhatian kita kepada informasi yang kita peroleh, kemudian memberitahukan tujuan belajar kita, merangsang ingatan atas informasi sebelumnya, menyajikan stimulus dengan cara yang berbeda,mulai lagi berlatih yang kemudian menimbulkan kinerja dari proses itu kita semakin menguatkan ingatan kita serta menilai kinerja kita dan akhirnya kita dapat memunculkan kinerja lain dengan contoh yang baru seperti contoh diatas dimana akhirnya saya bukan saja bisa memasak telur tetapi juga memasak ikan,sayur,dll

Selasa, 11 September 2012

Kondisi Belajar Robert Gagné

Kelompok :
FEBRI INKA MANDASARI 10-020
DEA LOVALIA                     10-074
MENTARI MANIK              10-098



Robert Gagné (21 Agustus 1916 – 28 April 2002)
“Keterampilan, apresiasi, dan penalaran manusia dengan semua variasinya, dan juga harapan, aspirasi, sikap, dan nilai-nilai manusia, umumnya diakui bahwa perkembangannya sebagian besar bergantung pada peristiwa dengan belajar.” (Gagné, 1985)

Tiga prinsip dari pembelajaran yang efektif menurut Gagné dalam analisis tugas latihan adalah:
·  Memberikan pembelajaran mengenai seperangkat tugas-tugas komponen yang diarahkan untuk membangun tugas final
·         Memastikan bahwa setiap tugas komponen dikuasai
·         Sekuensi tugas komponen untuk memastikan transfer yang optimal ke tugas final.

Prinsip Belajar
Kunci untuk pengembangan teori belajar yang komperhensif adalah menjelsakan sifat yang kompleks dari belajar manusia. Menurut Gagné belajar merupakan faktor kausal penting dalam perkembangan, belajar manusia bersifat kumulatif, dan belajar manusia adalah kompleks dan beragam. Proses belajar adalah proses kognitif yang memproses informasi di lingkungan menjadi berbagai macam kapabilitas. Kapabilitas terdiri dari komponen mental dan komponen perilaku.
Dua organisasi kapabilitas yang merepresentasikan belajar yang kompleks adalah prosedur dan hierarki belajar. Prosedur adalah seperangkat tindakan yang dilakukan secara berurutan dan terdiri ari keterampilan motorik dan intelektual. Sedangkan hierarki belajar adalah seperangkat keterampilan intelektual yang diorganisasikan diman setiap kapabilitas adalah persyaratan esensial untuk keterampilan berikutnya yang lebih tinggi
Kerangka belajar yang dideskipsikan Gagné terdiri dari:
·         Lima ragam belajar: informasi verbal, keterampilan intelektual, strategi kogintif, keterampilan motorik/gerak, dan sikap.
·         Kondisi belajar internal: persyaratan internal untuk mempelajari kapabilitas tertentu dan seperangkat proses kognitif yang terlibat didalam belajar.
·         Kondisi belajar eksternal

Prinsip Pembelajaran
Belajar dapat terjadi baik karena ada ataupun tidak adanya kegiatan pembelajaran, pembelajaran tidak memeiliki tujuan tunggal, dan keputusan tentang pembelajaran harus dibuat dalam konteks keterampilan.
Kegiatan pembelajaran adalah menyajikan ciri-ciri stimulus, memberikan pedoman belajar, memunculkan kinerja, dan memberkan tanggapan atau umpan balik.

Aplikasi Pendidikan
Pendekatan Gagné untuk analisis belajar adalah dari perspektif  kebutuhan pembelajaran. Akibatnya ,karyanya membahas isu penting dalam kelas
Karakteristik Pembelajar
·         Perbedaan individual :  Efektifitas pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa macam perbedaan individual antarsiswa termasuk perbedaan kognitif dan tingkat belajar.
·         Motivasi : Desain pembelajaran yang efektif mencakup identifikasi motif siswa dan penyaluran motif itu ke kegiatan yang produktif dalam rangka mencapai tujuan belajar
Robert Gagné melakukan analisis belajar dari perspektif factor yang membuat perbedaan dalam pembelajaran karena itu ada 3 hal yang adalah bagian integral dari kondisi belajar
·         Transfer Belajar
·         Ketrampilan bagaimana cara belajar
·         Pengajaran pemecahan masalah
Perhatian Gagné dalam diversitas aktivitas manusia menyebabkan dia mengidentifikasi 5 jenis kapabilitas dimana masing-masingnya adalah kelompok kinerja manusia yang unik. Kapabilitas itu adalah informasi verbal,keterampilan intelektual,srategi kognitif,keterampilan motorik,dan sikap. Yang berperan mengembangkan assesmen melalui 3 cara yaitu :
·         prates pada kapabilitas esensial yang akan dipelajari selama pembelajaran
·         pascates pada akhir pembelajaran untuk mengetahui apakah belajarnya sudah sukses
·         selama pengajaran ,sebagai assesmen informal.

Perbedaan utama antara model pembelajaran dengan pengembangan model pembelajaran adalah model pembelajaran meletakkan guru/individu pada peran pelaku sebaliknya sistem pembelajaran mencakup seperangkat materi dan aktivitas dimana manajemen pembelajaran berada pada diri pembelajar.karena itu konteks belajar dengan desain belajar didiskusikan pada manajemen pembelajaran yakni, deskripsi perbedaan dalam implementasi kegiatan pembelajaran antara situasi tutoring, pembelajaran kelompok kecil,dan kelompok besar
Urutan pembelajaran dalam kondisi belajar adalah dipandu dan dikelola oleh guru,dan bergerak kearah hasil yang telah ditentukan untuk pembelajar. Ini berbeda dengan konstruktivisme sosial dimana komunitas pembelajar ,dengan input dari guru, sebagian besar menentukan arah dan kedalam belajar. Ini juga berbeda dengan perspektif kognitif yang meski mendiskusikan aktivitas pemrosesan internal dari pembelajar dan dukungan pembelajaran,sering tidak menyebutkan hasil belajar.

Model sistem untuk merancang pembelajaran dicirikan oleh tiga ciri utama, yaitu: pertama, pembelajaran dirancang untuk tujuan dan sasarn spesifik, kedua, pengembangan pembelajaran menggunakan media dan teknologi pembelajaran lain, ketiga, uji coba,revisi material,dan pengujian lapangan atas material yang merupakan bagian integral dari proses perancang.
Kelemahan : Sulit untuk diimplementasikan oleh guru di kelas tanpa latihan khusus



Sumber:
Gredler, Margaret E. (2011). Learning and Instruction Teori dan Aplikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.